Main Article Content

Mariana Marselina Arwin Sabar

Abstract

Peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan industri mendorong peningkatan kebutuhan akan energi listrik. Salah satu penyedia kebutuhan energi listrik di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) adalah Waduk Saguling. Rata-rata produksi listrik Waduk Saguling dari tahun 1986-2014 adalah 2.334.318,138 MWh/tahun. Asupan air bagi Waduk Saguling adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu dengan luas 2.340,88 km2. Waduk Saguling juga merupakan salah satu waduk yang membentuk waduk series di kaskade Citarum yang terdiri dari Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Pemanfaatan Waduk Jatiluhur sebagai waduk multiguna untuk sumber air baku, irigasi, dan PLTA pun masih belum optimal, hal ini ditandai dengan terjadinya kekurangan air di hilir pada musim kering dan air melimpas pada musim hujan. Tujuan optimasi Waduk Saguling pada penelitian ini adalah memaksimalkan penggunaan air sehingga dapat memenuhi kebutuhan bagi pembangkit listrik dan memenuhi kebutuhan air di downstream dengan mempertimbangkan prakiraan debit masa depan. Pendekatan prakiraan debit yang dilakukan dalam pengelolaan waduk adalah dengan metode korelasi spasial (hujan dan debit) atau metode kontinu serta dengan metode diskrit markov yang menggunakan prinsip model stokastik markov 3 kelas. Data debit inflow Waduk Saguling yang digunakan adalah data debit dari tahun 1986-2013. Pada metode korelasi spasial diperoleh kombinasi tipe PPPQt-1memiliki nilai korelasi sebesar 0,86 sedangkan untuk metode diskrit markov diperoleh nilai korelasi sebesar 0,804.

Article Details

Section
Articles